Pada tanggal 11 Juni 2023, Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Hukum Tata Negara (HTN) dari Fakultas Syariah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar acara diskusi publik yang mengangkat tema kontroversial, yaitu “Kontravensi Tapera: Apakah Membantu atau Mengsarkan Rakyat?” Acara ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Tri Endah Karya Listiyani, S.IP., M.IP dan Sekretaris Program Studi Eza Tri Yandi, SH., MH, serta mahasiswa-mahasiswa HTN yang juga aktif dalam diskusi ini.
Dibuka oleh Sekretaris Jurusan Eza Tri Yandi, SH., MH, acara ini dimulai dengan pembahasan bahwa mahasiswa HTN harus memiliki kepekaan terhadap situasi negara, dan salah satu wujudnya adalah melalui diskusi publik seperti ini. Pemateri utama dalam acara ini adalah Burhanudin, S.HI., MH, yang akan membahas tentang Tapera dan kontroversinya.
Burhanudin, S.HI., MH, dalam paparannya menyatakan bahwa Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat) saat ini menjadi perdebatan yang hangat di kalangan masyarakat. Meskipun tujuan utama Tapera adalah untuk membantu masyarakat dalam memiliki hunian yang layak, namun realitanya banyak pihak yang merasa bahwa sistem ini justru memberatkan.
Pembahasan mengenai beban yang ditimbulkan oleh Tapera menjadi fokus utama dalam diskusi ini. Banyaknya kritik yang dilayangkan terhadap Tapera menyoroti berbagai aspek, mulai dari besarnya kontribusi yang harus dibayarkan, kurangnya fleksibilitas dalam penggunaan dana, hingga ketidakjelasan manfaat yang diperoleh oleh peserta Tapera.
Sebagai contoh, banyak masyarakat mengeluhkan Tapera bahwa besarnya kontribusi yang harus mereka bayarkan setiap bulan justru memberikan beban tambahan bagi keuangan mereka yang sudah terbatas. Selain itu, ketidakjelasan mengenai bagaimana dana yang dikumpulkan akan digunakan dan seberapa besar manfaat yang akan diperoleh oleh peserta Tapera menjadi pertanyaan yang belum terjawab dengan jelas.
Diskusi ini menjadi ajang bagi para mahasiswa Hukum Tata Negara dan pemangku kepentingan lainnya untuk saling bertukar pendapat dan mencari solusi terkait permasalahan Tapera ini. Meskipun masih terdapat kontroversi di sekitar Tapera, namun dengan adanya diskusi seperti ini diharapkan dapat membuka ruang untuk pemahaman yang lebih baik serta penyelesaian yang tepat terkait permasalahan ini.